Peramban Anda belum memiliki suara bahasa Korea, jadi audio tidak dapat diputar.
1.Kata benda terikatAsal Tionghoa: 臺
- 1
unit, buah
satuan untuk menghitung mobil, pesawat, alat musik, mesin, dsb
Definisi bahasa Korea: 차, 비행기, 악기, 기계 등을 세는 단위.
Dua pesawat sedang terbang di langit.
Sebuah mobil mendekat dan berhenti di depan saya.
2.Kata benda
- 1
batang
tangkai tanaman tinggi yang dalamnya kosong
Definisi bahasa Korea: 키가 큰 식물의 속이 비고 꼿꼿한 줄기.
Batang jagung yang tinggi jika dicacah halus dan ditebar di ladang akan menjadi pupuk yang baik.
Batang sorgum tinggi dan tegak, tetapi jika dipatahkan bagian dalamnya kosong.
- 2
tongkat
tongkat yang panjang dan kurus
Definisi bahasa Korea: 가늘고 긴 막대.
Bibi saya kurus dan panjang seperti batang kayu, jadi julukannya Tongkat.
Ayah merapikan ranting pohon menjadi tongkat dan memakainya sebagai rotan.
- 3
pendirian yang teguh
Definisi bahasa Korea: 자신의 뜻을 굽히지 않으려는 의지.
Ibu-ibu di negara kita lebih keras kemauannya daripada laki-laki.
Orang-orang yang melakukan apa yang mereka inginkan tidak akan menyerah pada pendiriannya.
3.Kata benda terikat
- 1
batang
satuan untuk menghitung benda yang tipis dan panjang seperti panah dsb
Definisi bahasa Korea: 화살 등과 같이 가늘고 긴 물건을 세는 단위.
Sebatang anak panah melesat dari jauh dan menancap di bahu saya.
Ketiga anak panah semuanya tepat mengenai pusat sasaran.
- 2
buah, batang
satuan untuk menghitung gigi atau tulang rusuk
Definisi bahasa Korea: 이나 갈비를 세는 단위.
Minjun patah dua tulang rusuk karena kecelakaan lalu lintas.
Keluarga saya suka daging, jadi tiga potong iga habis dalam sekejap.
- 3
batang
satuan untuk menghitung jumlah tembakau yang dilinting agar dapat dihisap dalam satu kali
Definisi bahasa Korea: 담배의 개수나 담배를 피우는 횟수를 세는 단위.
Seorang pria berpenampilan lusuh meminta sebatang rokok kepada saya.
Saya berhenti bekerja sebentar, naik ke atap, dan mengisap sebatang rokok.
- 4
pukulan, lecutan
satuan untuk menghitung jumlah pukulan
Definisi bahasa Korea: 때리는 횟수를 세는 단위.
Setelah dipukul beberapa kali dengan rotan, adik saya menangis dan meminta maaf.
Guru memukul telapak tangan anak-anak yang tidak mengerjakan PR masing-masing dua kali.